Modul Proyek dipakai untuk melihat untung-rugi dan posisi tagihan tiap
proyek atau pekerjaan (misalnya proyek instalasi atau borongan), tanpa
perlu membuat pembukuan terpisah.
Proyek itu seperti label yang ditempel ke transaksi.
Proyek tidak punya jurnal atau buku besar sendiri. Transaksi yang Anda
tandai ke sebuah proyek tetap masuk ke pembukuan utama seperti biasa.
Modul ini hanya menyaring dan menjumlahkan transaksi yang berlabel proyek itu.
Karena itu angkanya selalu sama dengan Laba Rugi dan Neraca.
Cara pakai (3 langkah)
- Buat proyek di halaman ini (kode, nama, pelanggan,
nilai kontrak, anggaran biaya).
- Saat input Pemasukan atau Pengeluaran,
pilih proyeknya di dropdown "Proyek". Dropdown muncul kalau ada proyek yang masih aktif.
- Buka detail proyek. Laporan untung-rugi dan tagihannya terisi otomatis.
Angka yang ditampilkan
Laba Proyek ACCRUAL
Pendapatan dikurangi biaya (HPP dan beban) dari transaksi yang dicatat,
bukan dari uang yang masuk atau keluar. Termasuk margin dan realisasi terhadap anggaran/kontrak.
Piutang & Hutang POSISI KAS
Tagihan ke pelanggan yang belum dibayar, dan hutang vendor proyek yang
belum Anda lunasi. Ini sisi uang atau penagihan, beda dari laba di sebelahnya.
Contoh: sebuah proyek bisa terlihat laba Rp10 jt
padahal piutangnya belum tertagih Rp14 jt. Untung di atas kertas belum tentu
uangnya sudah masuk. Itu sebabnya dua angka ini dipisah.
Status proyek
- Aktif: muncul di dropdown input transaksi.
- Selesai atau Batal:
tidak muncul lagi di dropdown. Kalau masih ada piutang atau hutang yang belum beres,
sistem memberi peringatan.
Kalau transaksi berproyek Anda edit, hapus, atau retur,
laporan proyek ikut menyesuaikan sendiri. Anda tidak perlu mengubah angka proyek secara manual.